Per tahun 2026, penyedia tempat perdagangan daring Shopee mengumunkan kenaikan biaya admin aplikasinya. Seperti yang dilansir dari linkreator.id, kenaikan biaya admin tersebut sebagai berikut:
- Kategori A: Fashion, FMCG, Lifestyle: 10,0%
- Kategori B: Elektronik, Perawatan Kulit: 9,0% – 9,5%
- Kategori C: Susu Formula, Suplemen: 6,5% – 6,75%
- Kategori D: Elektronik High-End: 5,25%
- Kategori E: Logam Mulia, Perhiasan: 4,25%
- Kategori Khusus: E-Money, Tiket: 2,5%
Selain biaya di atas ada beberapa komponen yang perlu kamu perhatikan yaitu:
- Biaya proses pesanan: Rp1.250 per transaksi yang selesai (berlaku sejak Juli 2025)
- Biaya layanan pre-order: 3% per kuantitas produk (berlaku mulai Januari 2026)
- Biaya SPayLater Xtra 0%: 2,5% untuk tenor 3 bulan, 4,0% untuk tenor 6 bulan
- Biaya program Gratis Ongkir XTRA: bervariasi per kategori
Walaupun biaya tambahannya banyak, kamu tidak perlu khawatir. TBD Agency membagikan cara untuk kamu optimasi margin dan penjualan ya! Simak tipsnya dibawah ini:
1. Optimasi harga jual
Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah optimasi harga jual yang berbeda dengan harga offline. Kalau sebelumnya kamu memperlakukan harga online dan offline sama, maka mulai sekarang perlakukan harga online lebih mahal dari offline. Sebagai contoh jika kamu menjual kaos kaki di offline seharga Rp 15.000 maka untuk di Shopee kamu jual Rp 17.647 dengan rincian sebagai berikut:
Harga jual online : (10.000 + 5.000) : (1 – % Total Potongan)
Contoh:
Harga jual online : (10.000 + 5.000) : (1 – 15%) = 15.000 : 0,85 = 17.647
Minimal kamu harus menjual produk kamu di online 20-30% di atas harga offline. Dengan begitu margin asli kamu tidak akan terganggu oleh potongan dari aplikasi. Saat ini masyarakat sudah banyak yang aware kalau harga produk online lebih mahal beberapa persen dari offline. Jadi kamu tidak perlu khawatir kalau jualan online kamu tidak laku karena harganya berbeda.
2. Diversifikasi channel jualan
Mulai lakukan diversifikasi channel, jangan hanya mengandalkan Shopee saja. Mulai buka di TikTok dan juga kalau kamu mau ngulik sedikit kamu bisa jualan di website. Saat ini sudah banyak tools yang bisa diintegrasikan dengan website untuk melacak lokasi pengiriman paket. Dengan mengadakan diversifikasi channel jualan, kamu bisa memecah potensi revenue tidak hanya dari 1 sumber saja. Sebagai penjual kamu harus memiliki channel penjualan lebih dari 1 sehingga menjaga kaki-kaki pemasukan kamu tidak hanya 1 saja.
3. Optimasi jualan melalui organik & CPAS meta
Optimasi penjualan melalui organik bisa melalui sosial media seperti Instagram dan WhatsApp. Dengan mengoptimasi penjualan melalui organik, kamu bisa mendapatkan pemasukan tanpa harus terkena potongan admin. Selain itu proses penjualan kamu juga full bisa kamu kontrol mulai dari penerima sampai nanti pengiriman.
Selain dari optimasi organik, kamu juga bisa mencoba optimasi melalui CPAS meta. CPAS atau yang dikenal sebagai Collaborative Performance Ads Solution adalah sebuah fitur dimana sebuah brand dapat membuat iklan di meta (facebook/ig) yang katalognya langsung direct dari platform e-commerce seperti Shopee atau TikTok.
Kamu juga bisa melihat cari optimasi lainnya disini
Salah satu spesialisasi TBD Agency adalah ads / performance marketing. Dengan klien lebih dari 200, kami sudah banyak menghadapi kasus ads, bisnis kamu bisa kami bantu scale up dengan optimasi CPAS loh! Konsultasikan sekarang untuk informasi lebih lanjut ya.



Latest News
Digital Marketing Featured Post Marketing Insight
Belajar Digital Marketing dari Persib Bandung
Persib Bandung bukan hanya klub sepak bola. Bagi banyak orang, terutama masyarakat Bandung dan Jawa Barat, Persib sudah menjadi identitas,...
SelanjutnyaDigital Marketing Featured Post Marketing Insight
Belajar Marketing dari Konsep Idul Adha
Idul Adha bukan hanya momen ibadah dan berbagi, tapi juga menyimpan banyak pelajaran yang bisa diterapkan dalam dunia bisnis dan...
Selanjutnya