Klien Shopee
Sebelumnya dikelola sendiri di angka Rp 714 juta per bulan. Setelah delapan bulan di bawah pengelolaan TBD Agency, omzetnya menembus Rp 2,5 miliar per bulan.
Kondisi awal
Tokonya sudah berjalan dan sudah punya pembeli — Februari 2023 tercatat Rp714 juta dari 625 pesanan. Masalahnya bukan tidak laku, melainkan mentok: dikelola sendiri sambil mengurus operasional lain, jadi tidak ada yang sempat memantau iklan harian, menyiapkan campaign, atau merapikan halaman produk.
Yang kami kerjakan
Bulan pertama dipakai membereskan fondasi dulu, bukan langsung menambah belanja iklan: halaman produk dirapikan, judul dan gambar utama disusun ulang, lalu produk yang benar-benar laku dipisahkan dari yang sekadar ramai dilihat. Setelah itu iklan difokuskan hanya ke produk yang terbukti jalan, dan kalendernya ditempelkan ke campaign besar Shopee — tanggal kembar, gajian, dan Harbolnas — karena di tanggal itulah pengunjung datang sendiri dan anggaran iklan bekerja paling murah.
Pemantauannya harian, bukan bulanan. Iklan yang biayanya membengkak dimatikan di hari yang sama, tidak menunggu laporan akhir bulan.
Hasilnya
Delapan bulan kemudian, Oktober 2023, penjualan bulanan menyentuh Rp2.559.879.111 dari 2.054 pesanan — 358% dari titik awal. Kenaikannya bukan cuma dari trafik: pengunjung naik 3 kali lipat sementara pesanan naik 3,3 kali, artinya yang datang juga lebih sering jadi membeli.
Angka di atas terbaca langsung pada tangkapan Shopee Seller Centre di bawah, lengkap dengan periodenya.
Langsung dari dashboard
Angka di cerita ini bisa dicocokkan sendiri dengan tangkapan layarnya.
Penjualan bulanan sebelum dan sesudah ditangani
Kotak putus-putus merah menandai periode toko masih dikelola sendiri. Penjualan bulanan naik dari Rp714.194.406 (02-2023) ke Rp2.559.879.111 (10-2023) — 358% dari angka awal. Pesanan ikut naik dari 625 ke 2.054, dan pengunjung dari 126.324 ke 386.858.
Feb - Okt 2023