Manajemen Marketplace: Strategi Mengembangkan Penjualan di Shopee dan TikTok Shop
Marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop telah menjadi salah satu channel penjualan penting bagi banyak brand di Indonesia.
Namun, semakin besarnya peluang marketplace juga membuat persaingan semakin tinggi. Brand tidak hanya bersaing dari sisi produk dan harga, tetapi juga traffic, iklan, campaign, konten, live streaming, hingga affiliate.
Karena itu, manajemen marketplace menjadi bagian penting bagi bisnis yang ingin mengembangkan penjualan secara lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Apa Itu Manajemen Marketplace?
Manajemen marketplace adalah proses mengelola dan mengoptimalkan toko online agar dapat mencapai performa penjualan yang lebih baik.
Aktivitasnya tidak hanya sebatas mengunggah produk atau mengikuti campaign yang tersedia. Manajemen marketplace dapat mencakup:
- Optimasi toko dan halaman produk
- Pengelolaan campaign, voucher, dan promo
- Pengelolaan Marketplace Ads
- Analisis traffic dan conversion
- Monitoring performa produk
- Strategi peningkatan penjualan
- Evaluasi performa secara berkala
Tujuannya adalah memastikan setiap aktivitas marketplace memiliki arah, prioritas, dan hasil yang dapat dievaluasi berdasarkan data.
Mengapa Marketplace Membutuhkan Manajemen?
Marketplace memiliki banyak variabel yang saling memengaruhi.
Traffic yang tinggi belum tentu menghasilkan penjualan jika conversion rate rendah. Sebaliknya, conversion rate yang baik juga sulit menghasilkan pertumbuhan apabila traffic toko masih terbatas.
Karena itu, performa marketplace perlu dilihat sebagai sebuah funnel:
Traffic → Product View → Add to Cart → Checkout → Transaction → Repeat Order
Dari funnel tersebut, bisnis dapat mengetahui bagian mana yang perlu ditingkatkan.
Jika traffic masih rendah, brand dapat mengevaluasi iklan, konten, affiliate, atau sumber traffic lainnya.
Jika traffic sudah tinggi tetapi transaksi masih rendah, evaluasi dapat diarahkan pada produk, harga, promo, rating, visual, penawaran, dan pengalaman berbelanja.

Manajemen Marketplace Shopee
Shopee memiliki ekosistem yang luas, mulai dari pencarian, campaign, voucher, Shopee Ads, Shopee Live, hingga program affiliate.
Karena itu, pengelolaan toko Shopee sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu aktivitas.
Brand perlu memahami:
- Produk yang paling banyak menghasilkan penjualan
- Produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan
- Performa iklan dan biaya mendapatkan transaksi
- Campaign dan promo yang memberikan kontribusi
- Conversion rate setiap produk
- Rating dan kesehatan toko
- Peluang mendapatkan repeat order
Evaluasi tersebut membantu bisnis menentukan prioritas berdasarkan data, bukan sekadar mengikuti seluruh program yang tersedia di marketplace.
Untuk meningkatkan traffic produk, brand juga dapat mempertimbangkan penggunaan Marketplace Ads sesuai kebutuhan dan kondisi tokonya.
Manajemen TikTok Shop
TikTok Shop memiliki karakteristik yang berbeda dari marketplace konvensional.
Penjualan dapat berasal dari berbagai sumber seperti video, live streaming, affiliate, TikTok Ads, maupun halaman produk.
Hal ini membuat content, live, dan affiliate memiliki hubungan yang erat dengan performa TikTok Shop.
Sebuah produk dapat memperoleh exposure melalui konten creator, mendapatkan traffic tambahan melalui iklan, kemudian menghasilkan transaksi di TikTok Shop.
Karena itu, strategi TikTok Shop perlu melihat hubungan antara content, traffic, interaksi, dan commerce secara menyeluruh.
Hubungan Marketplace dengan Ads, Content, Live, dan Affiliate
Pertumbuhan marketplace tidak selalu berasal dari dalam marketplace itu sendiri. Terdapat beberapa channel pendukung yang dapat membantu meningkatkan performanya.
Ads
Ads Marketplace dapat membantu mendatangkan traffic menuju toko atau produk tertentu. Namun, efektivitasnya perlu dievaluasi berdasarkan biaya, conversion, dan kontribusinya terhadap penjualan.
Content
Content Production membantu memperkenalkan produk, membangun awareness, memberikan edukasi, dan meningkatkan ketertarikan calon konsumen.
Live Streaming
Live Streaming memberikan kesempatan kepada calon konsumen untuk melihat produk, berinteraksi dengan host, mendapatkan penjelasan, dan melakukan pembelian secara langsung.
Affiliate Marketing
Affiliate Marketing membantu memperluas distribusi produk melalui creator yang mempromosikan produk dengan sistem komisi.
Kombinasi channel yang digunakan perlu disesuaikan dengan kategori produk, target konsumen, masalah bisnis, dan kondisi masing-masing brand.
Tidak semua channel harus dijalankan secara bersamaan.
Kapan Brand Membutuhkan Jasa Manajemen Marketplace?
Tidak semua bisnis harus menggunakan agency.
Brand yang masih memiliki jumlah produk dan transaksi relatif kecil mungkin masih dapat mengelola marketplace secara internal.
Namun, jasa manajemen marketplace mulai relevan ketika operasional dan strategi menjadi semakin kompleks, misalnya ketika:
- Penjualan marketplace mulai stagnan
- Tim internal kesulitan melakukan optimasi
- Iklan sudah berjalan tetapi hasilnya belum maksimal
- Banyak campaign dijalankan tetapi kontribusinya tidak diketahui
- Data marketplace tersedia tetapi belum digunakan untuk mengambil keputusan
- Brand kesulitan menentukan produk prioritas
- Shopee dan TikTok Shop belum dikelola secara terintegrasi
- Brand ingin mengembangkan marketplace secara lebih serius
Pada kondisi tersebut, bisnis dapat mempertimbangkan membangun tim internal yang lebih lengkap atau bekerja sama dengan agency marketplace.
Cara Memilih Agency Marketplace
Ketika memilih agency, brand sebaiknya tidak hanya melihat jumlah layanan yang ditawarkan.
Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Apakah agency memahami data dan funnel marketplace?
- Apakah strategi disesuaikan dengan kondisi brand?
- Bagaimana performa dan keberhasilan layanan diukur?
- Apakah tersedia reporting yang jelas dan terukur?
- Bagaimana komunikasi dan proses koordinasinya?
- Apakah agency memahami hubungan marketplace dengan Ads, Content, Live Streaming, dan Affiliate?
Dengan begitu, keputusan tidak hanya didasarkan pada siapa yang menawarkan layanan paling banyak, tetapi siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.
TBD Agency dan Manajemen Marketplace
Salah satu penyedia jasa manajemen marketplace yang dapat ditemukan di Bandung adalah TBD Agency.
TBD merupakan singkatan dari Teman Bisnis Digital.
TBD Agency berfokus pada pengelolaan dan pertumbuhan bisnis melalui ekosistem marketplace, termasuk Shopee dan TikTok Shop, dengan dukungan layanan Ads, Content, Live Streaming, dan Affiliate.
Pendekatan tersebut memungkinkan setiap channel digunakan sesuai fungsi dan kebutuhan bisnis:
- Ads untuk membantu mendatangkan traffic
- Content untuk membangun awareness dan ketertarikan
- Live Streaming untuk meningkatkan interaksi dan conversion
- Affiliate untuk memperluas distribusi produk melalui creator
- Manajemen Marketplace untuk mengoptimalkan proses transaksi dan pertumbuhan toko
Dengan cakupan tersebut, TBD Agency dapat menjadi salah satu pilihan bagi bisnis yang sedang mencari agency marketplace Bandung, jasa pengelolaan Shopee, atau manajemen TikTok Shop.
Pemilihan layanan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, target, budget, dan kondisi masing-masing bisnis.
Kesimpulan
Manajemen marketplace bukan sekadar mengelola toko online.
Di dalamnya terdapat proses membaca data, meningkatkan traffic, memperbaiki conversion, mengoptimalkan campaign, memonitor produk, dan menentukan strategi pertumbuhan.
Shopee dan TikTok Shop juga memiliki karakteristik yang berbeda sehingga strategi yang digunakan tidak selalu dapat disamakan.
Bagi bisnis yang ingin mengembangkan marketplace secara lebih serius, terdapat dua pilihan utama: membangun kemampuan tersebut secara internal atau bekerja sama dengan jasa manajemen marketplace yang sesuai.
Sedang mencari jasa manajemen marketplace untuk Shopee atau TikTok Shop? Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama TBD Agency untuk menentukan layanan dan strategi yang sesuai dengan kondisi serta target brand.